Pengalaman Mendaki Gunung Seminung

Pengalaman Mendaki Gunung Seminung – Beberapa minggu lalu, diakhir tahun 2017, tepatnya pada tanggal 24 Desember saya dan beberapa kawan mendaki gunung seminung yang terletak diperbatasan antara Provinsi lampung dan sumatera selatan dengan ketinggian 1.881 meter di atas permukaan laut (MDPL).

Kami berangkat dari Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus dan membutuhkan waktu enam jam untuk sampai di danau ranau, tepatnya di Kota batu, Ogan Komring Ulu (OKU). Sesampainya di Kota Batu, dari berbagai informasi yang kami dapat agar menemui Pak syahrin.

Pak syahrin adalah kuncen atau orang yang dipercaya dan dikenal sebagai penunjuk arah bagi siapaun yang akan mendaki gunung seminung. Terutama bagi pendaki pemula seperti kami. Pak syahrin nantinya akan memberikan arahan serta wejangan bagi para pendaki.

Jalur Pendakian

Gunung seminung memiliki dua jalur pendakian, pertama melalui wisata lombok dan yang kedua dengan cara menyebrangi danau menggunakan getek (kapal). Berhubung kami melalui jalur yang kedua, kami menyewa kapal dengan tarif Rp. 250.000 untuk pulang dan pergi dengan jumlah penumpang tujuh orang. Itu berlaku untuk berapapun jumlah penumpangnya.

Sedangkan jika melalui jalur wisata lombok, kendaraan Kita bisa sampai pada warung mami yang berdekatan dengan dermaga kapal yang menggunakan jalur menyebrangi danau. Warung mami ini menjadi tempat untuk rehat bagi kebanyakan pendaki. Bagi yang membawa kendaraan pribadi bisa dititipkan di rumah warga sekitar.

Waktu Mendaki

Jika dilihat dari ketinggiannya, gunung seminung memang lah tidak terlalu tinggi. Namun, setiap gunung tentu memiliki kekhasannya atau tingkat kesulitannya masing-masing. Gunung ini memiliki track yang cukup menyulitkan, apalagi jika musim hujan, jalan pendakian yang terjal akan semakin menambah tingkat kesulitannya. Ini adalah pengalaman mendaki gunung seminung yang kami dapat.

Waktu kami mendaki beberapa waktu lalu, kami mendapatkan kesulitan yang cukup berarti, hal ini dikarenakan waktu pendakian yang tidak tepat. Berangkat sekitar pukul 16:30 dan sampai di pintu rimba sekitar pukul 19:30. Dari tepi danau sampai pintu rimba, jalan relatif mudah karena sebagian besar sudah di cor, bahkan kendaraan roda dua pun bisa sampai.

Namun setelah memasuki jalan pintu rimba, jalan licin, terjan dan disisi jalan tebing yang cukup curam siap menyambut. Dibutuhkan tingkat kewaspadaan yang cukup tinggi, terlebih waktu itu dalam keadaan gelap. Konsentrasi untuk memilih jalan ditambah energi untuk berjalan menyebabkan energi kami cepat terkuras. Maka sangat dianjurkan saat mendaki gunung seminung diwaktu siang/sore sudah sampai di pintu rimba.

Melewati Empat Selter Untuk Sampai Ke Puncak

Untuk sampai ke puncak gunung seminung, ada empat selter yang harus dilewati. Selter ini ditandai dengan adanya kotak sampah. Setiap selter memiliki tempat datar yang cukup luas, hingga cukup nyaman untuk sekedar meluruskan kaki yang terasa pegal.

Sangat dianjurkan kepada setiap pendaki agar membawa persediaan air yang cukup, karena di gunung ini tidak ada air kecuali di mushola dekat pintu rimba. Itu pun air yang di tampung dalam bak yang berasal dari air hujan.

Namun capek dan kesal saat mendaki akan terbayar dengan keindahan alam yang terhampar luas. Hamparan danau yang luas, berjajarnya bukit-bukit, kabut yang bergerak dengan apik, bisa menikmati matahari terbit saat pagi sampai awan yang berbentuk kuning menambah keindahan dan keelokan puncak gunung Tanggamus. Pengalaman mendaki gunung seminung ini semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s